Kendati sering mendapat sms demikian, JK mengaku langsung menghapus pesan singkat tersebut dari ponsel genggamnya. Menurut JK pesan singkat semacam ini berdatangan karena nomer handphone-nya dimiliki sudah sejak lama.
"Sudah 20 tahun nomor saya miliki," katanya.
Tren pesan singkat berbau seks saat ini memang menjamur ditengah masyarakat. Biasanya pesan itu datang dari nomor asing yang mengirim sms kepada orang dituju secara acak, isinya pun beragam. Bahkan, menurut JK, tak jarang berbau seks hingga prostitusi.
Kendati menjamurnya tren pesan singkat ini ditengah masyarakat, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara belum punya formula ampuh untuk menanggulanginya. Dia mengatakan jika berasal dari website atau situs relatif lebih mudah ketimbang pesan singkat atau pesan melalui aplikasi mobile seperti Whatsapp Messenger, Line Messenger.
"Itu cukup sulit, melacak dan mendeteksinya," katanya.
Sebelumnya pengakuan yang sama juga diperoleh dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Kepada wartawan ia mengaku resah dengan seringnya pesan singkat tak bertuan mampir ke ponselnya.
“HP saya sekarang banyak sekali dikirimi SMS yang saya tidak tahu asalnya, misalnya berbunyi ‘Kalau ingin wanita seksi, calling. Siap sampai puas’,” ujar Djarot.
Menyimak cerita Djarot, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang berdiri di sampingnya pun berkomentar. Dia heran tak pernah mendapat SMS seksi seperti Djarot. “Kok saya tidak dapat ya,” kata Ahok, sapaan Basuki.
Djarot sontak tertawa mendengar celutukan Ahok. “Mungkin mereka (pengirim SMS) melihat muka saya,” ujar politikus PDIP itu.
Ketika ditanya apakah Djarot pernah membalas SMS-SMS seksi itu, Djarot langsung menjawab cepat, “Tidaklah!” (sip)
Sumber: CNN Indonesia

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !